Kamis, 10 Oktober 2013

Biografi (Tugas SoftSkill)

Tugas 1

Assalamualaikum Wr.Wb.

          Ada 2 sepasang kekasih yang menjalin cinta, yaitu bernama Sri Siswanti & Sutomo akhirnya mereka menikah dan mempunyai 2 orang anak, yaitu perempuan dan laki-laki. Alhamdulillah anak pertama mereka Lahir Perempuan bernama Putri Rahmawati, dan  anak kedua mereka laki-laki yang  bernama Hafidz Nur Fajri. Anak kedua itu adalah aku, Aku suka di panggil hafidz, umurku sekarang 20 tahun. aku lahir di Jakarta, 28 Juni 1993. alamat rumahku dijalan Danau Toba 1 no.05 Rt 001/ Rw006, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua KAB. Tangerang.

           Agamaku Islam, Golongan darahku B, Aku Asli orang Indonesia loh.., Kedua orang tua asli orang Jawa Tengah tepatnya  Solo, Klaten :), hobiku olahraga pokoknya olahraga yang menyenangkanlaah  sperti basket, futsal, badminton, denger lagu Sholawatan, membaca buku, dan pastinya kegiatan sosial. waktu Kecil bisa dibilang badanku gendut karena mungkin ibuku sering ngasih makan aku teruuss..hehhe. Kedua Orang tuaku bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Aku dulu di Asuh Oleh bibiku yang bernama mba puji, mba puji inilah yang selalu ada disampingku ketika orangtuaku bekerja. umur 5 tahun mulailah aku bersekolah di Taman Kanak-kanak TK Islam Gunung Jati. Tkku tidak terlalu jauh dari rumahku ya kira-kira 4km biasanya aku bersekolah bersama temanku yang bernama Sarah, yaap bisa dibilang dia adalah soulmate aku waktu kecil, kita berdua pasti selalu bareng-bareng jika berangkat sekolah, Pokoknya dimana dia pasti selalu ada aku. waktu Tk aku orangnya sangat pemalu bahkan ketika pertama kali aku masuk sekolah aku nangis jika aku di tinggal oleh mba Puji. yaa bisa dibilang aku waktu kecil sedikit pemalu dan manja..hehe maklum namanya juga anak-anak. setelah aku lulus Tk aku masuk sekolah di SDN Negeri Danau Batur.
           
            Ketika aku mulai memasuki SD aku sedih karena teman soulmateku tidak bisa masuk kesekolahku karena katanya kuotanya sudah melebihi jadi dia tidak bisa sekolah di sekolahku. Ya bisa dibilang aku waktu SD bisa dibalng anak yang Aktif walaupun badan saya besar dan gemuk tapi kata-kata teman-temanku aku oranggnya lincah. ya agak sedikit kaget juga dulu suka dibilang begitu dan satu lagi aku suka diisengin sama teman-temanku disekolah karena badanku yng gemuk ya aku sih biasa saja awalnya memang awalnya agak marah tapi setelah itu terbiasa karena sering dibilang begitu.
 kemudian aku melanjutkan ke SMPN 19 Tangerang, ya bisa dibilang itu salah satu sekolah favoritlah. ketika aku masuk SMP bisa dibilang aku murid yang biasa-biasa saja, banyak yang bilang sih waktu SMP aku orangnya sombong, jutek, dan cuek padahal mah sebenarnya aku orangnya biasa aja mungkin karena belum kenal aja...hehe banyak sekali pengalaman ketika SMP dari yang namanya menjadi anggota OSIS, disukain perempuan, ditolak perempuan, berantem sama temen karena hal yang bisa dibilang mungkin sepelelah yaah.
 
            Akhirnya pada tahun 2008 aku mulai masuk SMA Yuppentek 1 Tangerang dan aku lulus SMA pada Tahun 2011, nah pada waktu SMA inilah masa-masa dimana aku mulai menemukan jati diriku, arah dan tujuanku. waktu SMA aku bisa dibilang murid yang cukup berprestasi disekolah mulai menjadi juara kelas disekolah, waktu SMP sih aku cuma menang lomba futsal sama Basket yaa tapii teteplaah aku seneng itu kebanggaan buat diriku sendiri. ya waktu SMA bisa dibalang aku suka bergaul dengan teman-teman yang sedikit kurang baiklah tapi rata-rata baik-baik semua kok teman-temanku, kaya misalnya seperti suka minum Alkohol,merokok, judi, balapan liar, bolos sekolah masih banyak lagi dan tapi anehnya sama sekali aku gak pernah tuh yang namanya ikut-ikutan mereka walaupun aku sering bergaul bersama mereka. pernah waktu itu aku bersama teman-temanku ya ada 7 oranglah pas kebeneran hari itu malam minggu tuh temenku mengajakku untuk ya awalnya sih hangout barenglah disuatu cafe, setelah itu kita ngobrol-ngobrol biasa, temanku yang 1-nya lagi membeli minuman keras waah aku juga agak sedikit ngeri juga sih karena aku udah punya pendirian bahwa aku gak akan melakukan hal-hal yang negatif yang bisa ngerusak diriku sendiri. ya setelah itu temenku meminumnya dan hanya aku yang dengan santainya menolak tawaran itu tapi teman-temanku semuanya paham dan tidak memaksakan saya untuk meminumnya, hampir setiap kita nongkrong pasti temenku membeli minuman keras klo kata temanku sih kurang asik klo belum ada minumannya..ahhaha

            Terkadang aku suka mikir sendiri kenapa aku bisa kuat begitu menahan godaan itu. mau tau kenapa??, hahha..., dan 1 lagi aku g pernah kapok bermain bersama mereka setiap hari selepas pulang sekolah kadang aku nongkrong didpan sekolah bersama teman-temanku ya gak lama sih setelah itu aku pulang kerumah. tapi Stelah itu itu lambat laun aku mulai menjaga jaraklah dengan teman-temanku ini ya karena takut mengancam diriku juga sih, 1 tahun setengah aku bermain bersama mereka. pokoknya waktu SMA pengalaman yang paling berhargalah yang pernah aku dapatkan. Dari hal yang baik sampai yang buruk semuanya ada.

yaap finally, aku akhirnya menjadi mahasiswa di suatu universitas swasta di Depok, aku melanjutkan pendidikan kuliah di Universitas Gunadarma mengambil Fakultas Psikologi. Awalnya sih aku sedikit bingung karena aku ingin kuliah di jurusan manajemen kalau ga broadcasting. cita-citaku awalnya sih pengen jadi pengusaha, ya usaha kecil-kecillanlah tapi ada 1 hal mengusikku dengan 1 buku psikologi punya temenku ya dari situlah aku mulai tertarik dengan ilmu psikologi akhirnya aku memutuskan mengambil fakultas psikologi hingga saat ini. yaa banyaak sekali ilmu-ilmu yang aku dapat dari psikologi ini. salah satu kesukaan adalah berbagi bersama orang-orang yang membutuhkan ya istilahnya mah BAKSOS (Bakti Sosial), dan aku adalah salah satu relawan / volounteer dari SaveStreetChild. yah mulai semester 3 aku kuliah mulai ikut gerakan itu, gerakan itu adalah tentang kepedulian kita terhadap anak-anak jalanan. disitu aku mulai tertarik untuk menjadi relawan. banyak sekali kebahagian, senang, sedih, curhatan mereka yang membuat hatiku tersentuh karena meraka. sampai saat ini aku masih mengajar mereka di Stasiun Cikini deket taman biasanya kami belajar bersama adek-adeknya dan pengajar yang lainnya.


Minggu, 30 Juni 2013

TUGAS RANGKUMAN KESEHATAN MENTAL

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare yang artinya menembus. Istilah ini lalu diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkankonotasi yang baru yaitu “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”.

Pembentukan Kepribadian
            Menurut Atkinson dkk (1993) ketika bayi lahir, ia membawa potensialitas tertentu. Karakteristik fisik , seperti warna mata dan warna rambut , bentuk tubuh, bentuk hidung seseorang pada dasarnya ditentukan oleh pada saat konsepsi (pertemuan antara sel telur dan sperma). Intelegensi dan kemampuan khusus tertentu, seperti bakat music dan seni, dalam beberapa hal juga tergantung pada hereditas (faktor keturunan).

PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL

-Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental.
-Orientasi Penyesuaian Diri
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup.
-Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

Teori Kepribadian Sehat

-Aliran Psikoanalisa
Kepribadian Sehat Psikoanalisa:
Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan

-Aliran Behavioristik
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
4.Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif

-Aliran Humanistik
Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas,  atau mayoritas.
4) Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.
Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery).

Pengertian Stres
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang.
Faktor inividual dan sosial- penyebab stres
Faktor lingkungan, faktor organisasi, faktor pribadi.
Tipe Stres Psikologis
a.    Tekanan
b.    Frustasi
c.    Konflik
d.   Kecemasan
COPING
Menurut Lazarus (1996) coping stress adalah upaya kognitif dan tingkah laku untuk mengelola tuntutan internal dan eksternal yang khusus dan konflik diantaranya yang dinilai individu sebagai beban dan melampaui batas kemampuan individu tersebut. Individu akan memberikan reaksi yang berbeda untuk mengatasi stres.
Dewasa ini proses terhadap stres menjadi pedoman untuk membangun coping stress. Secara umum stres dapat diatasi dengan melakukan transaksi dengan lingkungan dimana hubungan transaksi ini merupakan suatu proses dimana individu berusaha untuk menangani dan menguasai situasi stres yang menekan dengan melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya.
Coping adalah transaksi berseri antara individu yang memiliki satuan sumber daya, nilai, komitmen, dan lingkungan tempat tinggal dengan sumber dayanya sendiri, tuntutan. Coping bukan merupakan suatu tindakan yang dilakukan individu tetapi merupakan kumpulan respon yang terjadi setiap waktu, yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan individu tersebut (Yanny, dkk, 2004).
Reaksi emosional, termasuk kemarahan dan depresi, dapat dianggap sebagai bagian dari proses coping untuk menghadapi suatu tuntutan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa coping stress merupakan suatu upaya kognitif untuk menguasai, mentoleransi, mengurangi atau meminimalisasikan suatu siatuasi atau kejadian yang penuh ancaman.
Terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi coping stress. Reaksi terhadap stres bervariasi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya, dan dari waktu ke waktu pada orang yang sama. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor psikologis dan sosial yang tampaknya dapat merubah dampak stressor bagi individu.
Konsep Penyesuaian diri
Makna akhir dari hasil pendidikan seseorang individu terletak pada sejauh mana hal yang telah dipelajari dapat membantunya dalam penyesuaian diri dengan kebutuhan-kebutuhan hidupnya dan pada tuntutan masyarakat. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri, kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Penyesuaian yang sempurna dapat terjadi jika manusia / individu selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan lingkungannya, tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan semua fungsi-fungsi organisme / individu berjalan normal. Namun, penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat, dan manusia terus menerus menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi sehat. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Kepribadian yang sehat ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.
Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Atas dasar pengertian tersebut  dapat diberikan batasan bahwa kemampuan manusia sanggup untuk membuat hubungan-hubungan yang menyenangkan antara manusia dengan lingkungannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu  yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidak-mampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya. Tidak jarang pula ditemui bahwa orang-orang mengalami stres dan depresi disebabkan oleh kegagalan mereka untuk melakukan penyesaian diri dengan kondisi yang penuh tekanan.

HUBUNGAN INTERPERSONAL
Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship.Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
1. Model Pertukaran Sosial
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley, dua orang pemuka dari teori ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut: “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya“.
2.Model Peranan
Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertidak sesuai dengan peranannya.
3. Model Interaksional
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat strukural, integratif dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan. Selanjutnya, semua sistem mempunyai kecenderungan untuk memelihara dan mempertahankan kesatuan. Bila ekuilibrium dari sistem terganggu, segera akan diambil tindakannya. Setiap hubungan interpersonal harus dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi, ekspektasi dan pelaksanaan peranan.

Tahap Hubungan Interpersonal
Adapun tahap-tahap untuk menjalin hubungan interpersonal, yaitu:
1.Pembentukan kesan
Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa
peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.Menurut
Charles R. Bergerinformasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu:a) informasi demografis; b)sikap dan pendapat (tentang orang atau objek); c) rencana yang akan datang; d) kepribadian; e) perilaku pada masa lalu; f) oranglain; serta g) hobi dan minat.
Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi hubungan interpersonal, yaitu:
1. Komunikasi efektif
Komunikasi interpersonal dinyatakan efektif bila pertemuan antara
pemangku kepentingan terbangun dalam situasi komunikatif—interaktif dan menyenangkan. Efektivitas komunikasisangat ditentukan oleh validitas informasi yang disampaikan dan keterlibatan dalam memformulasikan ide atau gagasan secara bersama.
2. Ekspresi wajah
Ekspresi wajah menimbulkan kesan dan persepsi yang sangat menentukan penerimaan individu atau kelompok. Senyuman yang dilontarkan akan menunjukkan ungkapan bahagia, Wajah merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam menyampaikan makna dalam beberapa detik raut wajah akan menentukan dan menggerakkan keputusan yang diambil. Kepekaan menangkap emosi wajah sangat menentukan kecermatan tindakan yang akan diambil.
3. Kepribadian
Kepribadian sangat menentukan bentuk hubungan yang akan terjalin. Kepribadian mengekspresikan pengalaman subjektif seperti kebiasaan, karakter dan perilaku.
4. Stereotyping
Stereotypingmerupakan cara yang banyak ditemukan dalam menilai orang lain yang dinisbatkan pada katagorisasi tertentu. Cara pandang ini kebanyakan menimbulkan prasangka dan gesekan yang cukup kuat, terutama pada saat pihak-pihak yang berkonflik sulit membuka jalan untuk melakukan perbaikan.
5. Kesamaan karakter personal
Manusia selalu berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya atau kita cenderung menyukai orang lain, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita, dan jika menyukai orang, kita ingin memilih sikap mereka yang sama.
6.Daya tarik
Dalam hukum daya tarik dapat dijelaskan bahwa cara pandang orang lain terhadap diri individu akan dibentuk melalui cara berfikir, bahasa dan tindakan yang khas.
7. Ganjaran
 Seseorang lebih menyenangi orang lain yang memberi penghargaan atau ganjaran berupa pujian, bantuan, dorongan moral.
8. Kompetensi
 Setiap orang memiliki kecenderungan atau tertarik kepada orang lain karena prestasi atau kemampuan yang ditunjukkannya.

Cinta dan Perkawinan

Perkawinan atau dalam arti pernikahan adalah uapcara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. 

Bagaimana memilih pasangan? para pemuka agama menyarankan agar memilih pasangan yang seiman, sehat dan belum pernah menikah sebelumya.

Dalam seluk beluk membina keluarga, setriap objek yang berpasangan adalah objek yang sama-sama belajar. Belajar dalam arti belajar menjadi dewasa, menjadi arif, menjadi bijaksana, menjadi paham. Harus bisa saling mengerti pasangan dan saling melengkapi pasangan. Tidak boleh ada keegoisan yang bisa menimbulkan perselisihan dan ada juga yang sampai berakhir perceraian.

Perceraian adalah terputusnya tali hubungan antara suami dan istri yang dalam hal ini disebut cerai hidup karena masing-masing saling gagal mempertahankan keluarga. Pernikahan kembali adalah menikah setelah bercerai dengan pasangan sebelumnya secara sah di mata negara dan agama. 


Single life- Lajang bukanlah suatu kejelekan. Kebanyakan orang menilai lajang adalah suatu aib dan ketidak beruntungan seseorang. Padahal banyak para single life menjadi pengusaha muda yang sukses dan malah lebih fokus dalam meraih tujuan yang sebenar-benarnya. 

TUGAS RANGKUMAN KESEHATAN MENTAL

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan personare yang artinya menembus. Istilah ini lalu diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkankonotasi yang baru yaitu “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”.

Pembentukan Kepribadian
            Menurut Atkinson dkk (1993) ketika bayi lahir, ia membawa potensialitas tertentu. Karakteristik fisik , seperti warna mata dan warna rambut , bentuk tubuh, bentuk hidung seseorang pada dasarnya ditentukan oleh pada saat konsepsi (pertemuan antara sel telur dan sperma). Intelegensi dan kemampuan khusus tertentu, seperti bakat music dan seni, dalam beberapa hal juga tergantung pada hereditas (faktor keturunan).

PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL

-Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental.
-Orientasi Penyesuaian Diri
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup.
-Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

Teori Kepribadian Sehat

-Aliran Psikoanalisa
Kepribadian Sehat Psikoanalisa:
Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan

-Aliran Behavioristik
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
1. Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
2. Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
3. Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
4.Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif

-Aliran Humanistik
Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas,  atau mayoritas.
4) Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.
Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery).

Pengertian Stres
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang.
Faktor inividual dan sosial- penyebab stres
Faktor lingkungan, faktor organisasi, faktor pribadi.
Tipe Stres Psikologis
a.    Tekanan
b.    Frustasi
c.    Konflik
d.   Kecemasan
COPING
Menurut Lazarus (1996) coping stress adalah upaya kognitif dan tingkah laku untuk mengelola tuntutan internal dan eksternal yang khusus dan konflik diantaranya yang dinilai individu sebagai beban dan melampaui batas kemampuan individu tersebut. Individu akan memberikan reaksi yang berbeda untuk mengatasi stres.
Dewasa ini proses terhadap stres menjadi pedoman untuk membangun coping stress. Secara umum stres dapat diatasi dengan melakukan transaksi dengan lingkungan dimana hubungan transaksi ini merupakan suatu proses dimana individu berusaha untuk menangani dan menguasai situasi stres yang menekan dengan melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya.
Coping adalah transaksi berseri antara individu yang memiliki satuan sumber daya, nilai, komitmen, dan lingkungan tempat tinggal dengan sumber dayanya sendiri, tuntutan. Coping bukan merupakan suatu tindakan yang dilakukan individu tetapi merupakan kumpulan respon yang terjadi setiap waktu, yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan individu tersebut (Yanny, dkk, 2004).
Reaksi emosional, termasuk kemarahan dan depresi, dapat dianggap sebagai bagian dari proses coping untuk menghadapi suatu tuntutan. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa coping stress merupakan suatu upaya kognitif untuk menguasai, mentoleransi, mengurangi atau meminimalisasikan suatu siatuasi atau kejadian yang penuh ancaman.
Terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi coping stress. Reaksi terhadap stres bervariasi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya, dan dari waktu ke waktu pada orang yang sama. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor psikologis dan sosial yang tampaknya dapat merubah dampak stressor bagi individu.
Konsep Penyesuaian diri
Makna akhir dari hasil pendidikan seseorang individu terletak pada sejauh mana hal yang telah dipelajari dapat membantunya dalam penyesuaian diri dengan kebutuhan-kebutuhan hidupnya dan pada tuntutan masyarakat. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri, kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Penyesuaian yang sempurna dapat terjadi jika manusia / individu selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan lingkungannya, tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan semua fungsi-fungsi organisme / individu berjalan normal. Namun, penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses sepanjang hayat, dan manusia terus menerus menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup guna mencapai pribadi sehat. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Kepribadian yang sehat ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.
Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Atas dasar pengertian tersebut  dapat diberikan batasan bahwa kemampuan manusia sanggup untuk membuat hubungan-hubungan yang menyenangkan antara manusia dengan lingkungannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu  yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidak-mampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya. Tidak jarang pula ditemui bahwa orang-orang mengalami stres dan depresi disebabkan oleh kegagalan mereka untuk melakukan penyesaian diri dengan kondisi yang penuh tekanan.

HUBUNGAN INTERPERSONAL
Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship.Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
1. Model Pertukaran Sosial
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley, dua orang pemuka dari teori ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut: “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya“.
2.Model Peranan
Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertidak sesuai dengan peranannya.
3. Model Interaksional
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat strukural, integratif dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan. Selanjutnya, semua sistem mempunyai kecenderungan untuk memelihara dan mempertahankan kesatuan. Bila ekuilibrium dari sistem terganggu, segera akan diambil tindakannya. Setiap hubungan interpersonal harus dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi, ekspektasi dan pelaksanaan peranan.

Tahap Hubungan Interpersonal
Adapun tahap-tahap untuk menjalin hubungan interpersonal, yaitu:
1.Pembentukan kesan
Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa
peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.Menurut
Charles R. Bergerinformasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu:a) informasi demografis; b)sikap dan pendapat (tentang orang atau objek); c) rencana yang akan datang; d) kepribadian; e) perilaku pada masa lalu; f) oranglain; serta g) hobi dan minat.
Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi hubungan interpersonal, yaitu:
1. Komunikasi efektif
Komunikasi interpersonal dinyatakan efektif bila pertemuan antara
pemangku kepentingan terbangun dalam situasi komunikatif—interaktif dan menyenangkan. Efektivitas komunikasisangat ditentukan oleh validitas informasi yang disampaikan dan keterlibatan dalam memformulasikan ide atau gagasan secara bersama.
2. Ekspresi wajah
Ekspresi wajah menimbulkan kesan dan persepsi yang sangat menentukan penerimaan individu atau kelompok. Senyuman yang dilontarkan akan menunjukkan ungkapan bahagia, Wajah merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam menyampaikan makna dalam beberapa detik raut wajah akan menentukan dan menggerakkan keputusan yang diambil. Kepekaan menangkap emosi wajah sangat menentukan kecermatan tindakan yang akan diambil.
3. Kepribadian
Kepribadian sangat menentukan bentuk hubungan yang akan terjalin. Kepribadian mengekspresikan pengalaman subjektif seperti kebiasaan, karakter dan perilaku.
4. Stereotyping
Stereotypingmerupakan cara yang banyak ditemukan dalam menilai orang lain yang dinisbatkan pada katagorisasi tertentu. Cara pandang ini kebanyakan menimbulkan prasangka dan gesekan yang cukup kuat, terutama pada saat pihak-pihak yang berkonflik sulit membuka jalan untuk melakukan perbaikan.
5. Kesamaan karakter personal
Manusia selalu berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya atau kita cenderung menyukai orang lain, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita, dan jika menyukai orang, kita ingin memilih sikap mereka yang sama.
6.Daya tarik
Dalam hukum daya tarik dapat dijelaskan bahwa cara pandang orang lain terhadap diri individu akan dibentuk melalui cara berfikir, bahasa dan tindakan yang khas.
7. Ganjaran
 Seseorang lebih menyenangi orang lain yang memberi penghargaan atau ganjaran berupa pujian, bantuan, dorongan moral.
8. Kompetensi
 Setiap orang memiliki kecenderungan atau tertarik kepada orang lain karena prestasi atau kemampuan yang ditunjukkannya.

Cinta dan Perkawinan

Perkawinan atau dalam arti pernikahan adalah uapcara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. 

Bagaimana memilih pasangan? para pemuka agama menyarankan agar memilih pasangan yang seiman, sehat dan belum pernah menikah sebelumya.

Dalam seluk beluk membina keluarga, setriap objek yang berpasangan adalah objek yang sama-sama belajar. Belajar dalam arti belajar menjadi dewasa, menjadi arif, menjadi bijaksana, menjadi paham. Harus bisa saling mengerti pasangan dan saling melengkapi pasangan. Tidak boleh ada keegoisan yang bisa menimbulkan perselisihan dan ada juga yang sampai berakhir perceraian.

Perceraian adalah terputusnya tali hubungan antara suami dan istri yang dalam hal ini disebut cerai hidup karena masing-masing saling gagal mempertahankan keluarga. Pernikahan kembali adalah menikah setelah bercerai dengan pasangan sebelumnya secara sah di mata negara dan agama. 


Single life- Lajang bukanlah suatu kejelekan. Kebanyakan orang menilai lajang adalah suatu aib dan ketidak beruntungan seseorang. Padahal banyak para single life menjadi pengusaha muda yang sukses dan malah lebih fokus dalam meraih tujuan yang sebenar-benarnya.